Rumah Kreatif Pusri Solusi Umkm Yang Terdampak Pandemi

Fiki menambahkan program BanPres tidak hanya semata-mata memberi bantuan tambahan terhadap pelaku UMKM, melainkan juga membuka akses pengusaha kecil terhadap layanan perbankan. Penerima BanPres juga akan dibuatkan rekening financial institution oleh lembaga penyalur untuk menerima dana insentif. Dari segi anggaran maupun realisasi, jalur perbankan mendominasi penyaluran insentif UMKM. Pengusaha mikro yang tak memiliki rekening bank seperti Karsinah tentu mengalami kesulitan dalam mengakses bantuan pemerintah. Adapun realisasi belanja imbal jasa dan penjaminan modal kerja masih nihil. Peran UMKM bagi perekonomian Indonesia memang tidak main-main.

Sementara keluarga Djokosoetono praktis hanya memiliki uang kebutuhan berjalan. Untuk menambah penghasilan keluarga, Bu Djoko berjualan batik door to door. Tak ada gengsi, tak ada malu, tak ada rasa takut direndahkan oleh sesama isteri pejabat tinggi. Semuanya dilakukan murni sebagai kepedulian isteri untuk membantu suami mencari nafkah. Namun penjualan batik yang sempat sukses kemudian menurun. Hingga Bu Djoko beralih kemudi berusaha telur di depan rumahnya.

Selaku pemilik, kamu bertanggungjawab penuh atas bisnis yang dijalankan. Tanpa karakter mandiri, bisnis kamu bisa berjalan tanpa arah yang jelas. Pasalnya, karakter mandiri dibutuhkan dalam momen penting seperti mengambil keputusan. Mandiri dalam berbisnis, artinya kamu dapat menyelesaikan berbagai permasalahan bisnis yang muncul tanpa harus menunggu bantuan pihak lain.

Bertahan tidak hanya dilakukan satu individu, tetapi yang di sekeliling juga dapat terbantu agar sama-sama bertahan di tengah resesi ini. Masing-masing individu harus bisa memetakan kondisi penghasilan masuk dalam sejumlah kategori, yakni normal, terganggung, atau terdampak tetapi tidak signfikan. Cari tahu selengkapnya mengenai produk Jurnal di web site Jurnal atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo free of charge Jurnal secara langsung. Penyebaran Virus Corona yang semakin agresif membuat Anda perlu berpikir dua kali untuk mengunjungi gudang usaha secara langsung.

Solusi untuk pejuang bisnis yang omset nya menurun

Selain menjual produk-produk mereka sendiri, mereka juga bekerjasama dengan pelaku usaha setempat yang menitipkan barang-barangnya di café tersebut dengan sistem bagi hasil. Mungkin bagi sebagian orang masih merasa nyaman dengan pekerjaannya saat ini, karena perusahaan atau institusi dimana mereka bekerja tergolong perusahaan atau institusi yang kuat dan sudah mapan. Mungkin juga ada sebagian dari kita yang tidak terlalu memusingkan pandemik ini karena masih tersedia tabungan dan deposito cukup untuk meng-cover segala kebutuhan hidup selama masa sulit ini. Tetapi bagaimana nasib mereka yang belum bekerja alias pengangguran, lalu bagaimana keadaan mereka yang harus dirumahkan dengan jangka waktu yang tidak jelas.

Melalui pemanfaatan teknologi informasi dapat memudahkan bisnis koperasi untuk terhubung kepada konsumen, produsen, ataupun distributor. Digitalisasi koperasi dilakukan untuk memudahkan transaksi jual-beli di tengah pandemi. Rekan-rekan yang bergerak di Usaha Menengah tentu merasakan juga dampak dari pandemi COVID-19 ini. Ada banyak inisiatif yang telah diambil mulai dari relaksasi pembayaran, keringanan cicilan bunga financial institution, penundaan pembayaran pajak penghasilan, dan lain-lain. Tentunya hal ini harus didiskusikan lebih lanjut dengan pihak financial institution dimana rekan-rekan mengambil kredit.

Dari tadinya jualan offline ke on-line, dari tadinya jualan produk tertentu beralih ke produk-produk yang saat ini banyak permintaannya,” ujar Teten. “Saat hasil jahitannya selesai dan diberikan gaji ada ibu-ibu yang menangis karena tidak membayangkan bisa mendapatkan uang dalam kondisi ekonomi sulit saat ini,” ujarnya. Hal senada juga diungkapkan Dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Iman Sugema. Ia mengaku pesimistis terhadap kemanjuran program insentif yang digelontorkan oleh pemerintah kepada pelaku UMKM.

Di tahun itu pula Bu Djoko dan anak-anaknya bersiap mencari nama dan logo taksi. Taksi Chandra tetap dijalankan sebagai taksi per jam atau hourly. Sementara taksi baru di bawah PT Sewindu Taxi segera disiapkan namanya. Ide lagi-lagi datang dari Bu Djoko, hingga diberilah nama taksi Blue Bird. Dengan brand sederhana berupa siluet burung berwarna biru tua yang sedang melesat, hasil karya pematung Hartono.

Dari workshop tersebut Irwandy menjadi tahu bahwa pengusaha TPT di Amerika menguasai cotton belt dari pantai barat hingga pantai timur. Mereka juga menguasai armada kapal barang dan transportasi dunia. Lompatan quantum bisnis Bambang dilakukan ketika mengambil-alih PT Kodeco Timber di Kalimantan Selatan bersama dua mitra bisnisnya, dari sebuah perusahaan Korea. Menurut Bambang, perusahaan Korea itu meninggalkan Kodeco dengan sejumlah hutang. Lalu Bambang bersama dua rekannya membenahi perusahaan itu. Ternyata banyak bisnis yang ditinggalkan perusahaan Korea itu.